KABUPATEN CIREBON — Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Ciledug Kulon, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Senin (17/11/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Akibatnya, atap bangunan Klinik Utama Kita Sehat mengalami kerusakan cukup parah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Ia menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang diikuti angin kencang menyebabkan atap baja ringan di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) klinik tersebut terlepas dan terbang.

“Tadi terjadi hujan dengan intensitas besar disertai angin kencang, sehingga membuat atap baja ringan IGD terbang,” ujarnya.

Saat kejadian, terdapat sembilan pasien di dalam klinik. Seluruhnya berhasil dievakuasi dengan selamat dan mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Dua pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Mereka adalah Diara (2 tahun), yang dirujuk ke Klinik JMC, dan Siti Arnengsih (60 tahun), yang dilarikan ke RSUD Waled.

“Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar. Dua pasien dirujuk untuk perawatan lebih lanjut,” tambah Ikin.

Sementara itu, tujuh pasien lainnya dinyatakan dalam kondisi stabil dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Mereka adalah:

  1. Ati
  2. Alwanuha
  3. Sari
  4. Robayah
  5. Dedi
  6. Jayadin
  7. Basirun

Selain itu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian ini. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis dari tim klinik dan BPBD.

Terkait insiden tersebut, BPBD Kabupaten Cirebon bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama pihak manajemen Klinik Utama Kita Sehat dan melakukan asesmen kerusakan bangunan serta kebutuhan darurat.

Sebagai langkah pengamanan ke depan, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di masa pancaroba ini.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi angin puting beliung dan hujan lebat. Informasi peringatan dini dari BMKG harus menjadi perhatian, terutama bagi warga di wilayah rawan bencana,” pungkasnya. (DISKOMINFO)