KABUPATEN CIREBON — Kabupaten Cirebon terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Barat.

Terletak strategis di kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati), daerah ini mencuri perhatian investor berkat potensi geografis dan ekonominya yang menjanjikan.

Dengan luas wilayah mencapai 1.070,29 km², Kabupaten Cirebon terdiri dari 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

Jumlah penduduknya tercatat sebanyak 2.489.046 jiwa. Selain itu, Kabupaten Cirebon juga memiliki potensi kelautan yang besar dengan garis pantai sepanjang 77,97 kilometer dan luas perairan pesisir mencapai 399,6 km².

Kabupaten ini berbatasan langsung dengan sejumlah daerah strategis. Di utara, berbatasan dengan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Laut Jawa.

Di selatan dengan Kabupaten Kuningan, di barat dengan Kabupaten Majalengka, serta di timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah.

Lokasi yang menguntungkan ini menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai pintu gerbang ekonomi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengungkapkan bahwa potensi besar ini mulai menarik minat para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pada triwulan pertama tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Cirebon tercatat mencapai Rp347,58 miliar dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp 530,73 miliar dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” jelas Jigus, sapaan akrabnya beberapa waktu yang lalu.

Adapun target realisasi investasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Cirebon pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp3,54 triliun. Namun hingga kuartal pertama, baru tercapai 24,81 persen.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk terus mendorong percepatan investasi ke Kabupaten Cirebon,” tambahnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor PMA menyerap 3.505 pekerja, sementara sektor PMDN menyerap 2.149 pekerja pada triwulan pertama 2025.

Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja di daerah.

Menariknya, investasi asing masih mendominasi. Lima negara terbesar penyumbang PMA di Kabupaten Cirebon pada triwulan pertama 2025 adalah:

  1. Kepulauan Marshall sebesar Rp124,54 miliar
  2. Tiongkok sebesar Rp88,30 miliar
  3. Samoa Barat sebesar Rp49,67 miliar
  4. Singapura sebesar Rp42,35 miliar
  5. Denmark sebesar Rp15,07 miliar

Dari sektor industri, berikut lima sektor dengan nilai investasi tertinggi:

  1. Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar Rp193,46 miliar
  2. Industri Lainnya sebesar Rp109,62 miliar
  3. Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp98,53 miliar
  4. Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi lain sebesar Rp95,53 miliar
  5. Jasa Lainnya sebesar Rp93,11 miliar

“Cita-cita kami adalah menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai magnet investasi yang tidak hanya unggul di Jawa Barat, tapi juga di tingkat nasional,” pungkas Agus.

Dengan dukungan infrastruktur kawasan Rebana dan kemudahan berinvestasi yang terus ditingkatkan, Kabupaten Cirebon berpotensi menjadi pusat industri dan ekonomi baru di Indonesia. (DISKOMINFO)