KABUPATEN CIREBON — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon menggelar Simulasi Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran (fire drill) di RS Pertamina Cirebon, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan pengunjung rumah sakit dalam menghadapi potensi kebakaran di fasilitas pelayanan kesehatan.
Fire drill dilaksanakan sebagai bentuk edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran, sekaligus melatih kesiapan seluruh unsur rumah sakit dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Simulasi ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait prosedur keselamatan kebakaran, mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), pemahaman jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, hingga pembagian peran saat terjadi keadaan darurat.
Seluruh rangkaian simulasi dirancang agar respons kebakaran dapat dilakukan secara tepat, aman, dan terstruktur.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, berharap kegiatan fire drill ini dapat direplikasi oleh instansi lain, baik itu rumah sakit maupun dunia industri/usaha di wilayah Kabupaten Cirebon.
“Kegiatan ini diharapkan bisa direplikasikan oleh rumah sakit atau dunia industri lainnya yang ada di Kabupaten Cirebon, agar bisa melakukan kesiapsiagaan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran,” ujar Dadang.
Selain itu, Dadang juga mengapresiasi manajemen RS Pertamina Cirebon atas kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan sosialisasi kesiapsiagaan bencana tersebut.
Sementara itu, Vice Director HCGA RS Pertamina Cirebon, Rian Ardiansyah, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon atas pendampingan dan edukasi yang diberikan.
“Ini merupakan upaya kami (RS Pertamina Cirebon) yang berkesinambungan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan antisipatif terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, terutama kebakaran,” ujar Rian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan dan budaya keselamatan kebakaran di lingkungan rumah sakit semakin meningkat, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan demi keselamatan seluruh penghuni dan pengunjung fasilitas kesehatan. (DISKOMINFO)





